Civitas Akademika Unas Jadi Host International Conference on Social Sciences, Angkat...

Unas Jadi Host International Conference on Social Sciences, Angkat Tema Solidarity, Creativity dan Connectivity

-

Universitas Nasional dalam rangka kerjasama bidang publikasi ilmiah dengan 4 bidang keilmuan dalam Konsorsium Ilmu Sosial di Lembaga Layanan Dikti Wilayah III (LLDIKTI III) menjadi sebagai host pada International Conference on Social Sciences (ICOSSCI). Kegiatan ini diselenggarakan bersama dengan Universitas Bakrie, Universitas Bina Nusantara, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pelita Harapan dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Tema yang diangkat dalam konferensi internasional ini adalah: “Solidarity, Creativity dan Connectivity”. Tema ini ini dinilai penting karena saat ini dibutuhkan peran banyak pihak untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam menangani isu ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (24/11/2021). Hadir sebagai speaker dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional Dr. M. Alfan Alfian M, M.Si. Dalam materinya, disampaikan mengenai dampak pandemi Covid-19 yang dialami di masa pemerintahan era Jokowi, tentang melemahnya perekonomian nasional yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah proyek strategis (infrastruktur) tertunda sementara. Namun demikian, jika dilihat secara umum, Indonesia termasuk Negara cukup baik dalam menangani Covid-19.

“Pemerintah terus mengupayakan kebijakan yang terbaik dalam penanganan Covid-19. Meskipun dalam prakteknya banyak mengalami keterbatasan dan kendala di lapangan, secara umum dapat diketahui bahwa penanganan pandemi Covid-19 semakin efektif (jika dibandingkan dengan negara lain, capaian Indonesia cukup baik dan on the right track). Beberapa event Nasional (seperti kompetisi olahraga nasional) sudah bisa diadakan menjelang akhir tahun 2021,” kata Alfan Alfian dalam materinya.

Dijelaskan bahwa seluruh masyarakat perlu mengapresiasi kinerja pemerintah, dalam mengatasi permasalahan Covid-19. Di dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dirasakan mengalami peningkatan. “Pada tahun 2019 Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  71,92, dan tahun 2020 : 71,94 dan di tahun 2021 sebanyak 72,29. Saya mengharapkan peningkatan IPM akan mendorong peningkatan kualitas pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam tatanan sistem politik menurut Alfan juga telah berubah menjadi lebih demokratis, kebijakan pembangunan di era Jokowi sejak tahun 2014 telah ditandai dengan kebijakan Nasional yang cenderung developmentalistik. “Pembangunan ekonomi berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, yang menekankan pada pertumbuhan investasi. Melalui Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) orientasi investasi dianggap mengkesampingkan hak-hak buruh serta tidak menjamin kualitas lingkungan termasuk fenomena deforestasi yang menjadi kritik kelompok lingkungan sehingga seolah mengabaikan paradigma pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai akademisi, ia berharap para pemangku kepentingan untuk menimbang kritikan yang membangun agar pembangunan Nasional berada dalam koridor keseimbangan antara demokrasi, pemerintahan dan pembangunan berkelanjutan. Pembuat kebijakan harus belajar dari kegagalan Orde Baru dalam menjalankan kebijakan Developmentalisme yang tidak memperhatikan keseimbangan antara demokrasi, pemerintahan, dan pembangunan berkelanjutan.

Menyikapi hal itu, Associate Professor Dr. Zaini Othman dari Universiti Malaysia Sabah (UMS) menegaskan untuk memerangi Covid-19 informasi dan fakta harus diperiksa dengan baik. Sehingga segala kebijakan yang dioleh dapat direalisasikan dengan optimal ke masyarakat luas. Di sisi lain, Associate professor Doreen Lee dari Northeastern University mengungkapkan mengenai cara menghadapi pandemi melaui riset Antropolog.

“Bisa dilihat cara menghadapi pandemi melalui riset antropolog adalah bisa dengan olahraga teratur, berbagi sumbangan masker, bantuan oksigen dan yang sekarang diterapkan adalah WFH (Work From Home),” paparnya.

Wabah pandemi Covid-19 dalam kaitan krisis ekonomi global telah mengakibatkan ganguan pasokan bahan pangan yang lebih lama dari perkiraan, menurut Prof. Stanislav Tkachenko St. dari Petersbrug State University Covid-19 ini menyebabkan melambatnya pertumbuhan industri dan jasa serta meningkatnya inflasi.

Konferensi Internasional ini juga menghadirkan Keynote Speech Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, ia menyampaikan bahwa untuk menekan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dibutuhkan kerja sama solidaritas hubungan antar Negara. “Solidaritas yang saya maksud adalah akar dari hubungan antar negara, tidak ada sebuah negara di dunia ini yang bisa mengatasi virus covid-19 ini sendirian, kita saling membutuhkan satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu dalam penutupannya, Kepala Layanan Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah III (LLDIKTI III) Jakarta Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., mengatakan, adanya konsorium ini jelas merupakan bentuk singergi Perguruan Tinggi Nasional dalam meningkatkan kualitas dan kuantias publikasi serta menciptakan budaya penulisan karya ilmiah yang pada Bangsa berilmu akan masuk ke lembaga seminar dan publikasi untuk profil resume Pusat Layanan Pendidikan Tinggi.

Kegiatan Konferensi Internasional ini disambut baik oleh Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa melalui Konferensi ini bisa dijadikan wadah bertukar informasi dan kemudian dijadikan pertimbangan oleh para pemangku kebijakan.

“Dalam kegiatan ini bisa memberi manfaat dan kontribusi secara khusus ke pemangku kebijakan di masa pandemi, pertemuan ini juga bisa untuk mendorong inovasi pengembangan pengetahuan dan teknologi apalagi di era new normal,” terangnya.

Ia berharap penelitian Sosial dan Politik pada International Conference on Social Sciences dapat memberi rekomendasi kepada masyarakat dalam mengatasi pandemi, “Konferensi ilmiah semacam ini harus konsisten didorong karena mereka berfungsi sebagai sarana untuk akademisi dan peneliti menyebarluaskan hasil penelitian untuk kemaslahatan orang banyak,” pungkasnya.(*TIN)

 

 

Redaksi
Ideas, stories, thoughts

Komentari

Subscribe to our newsletter

Subscribe info terbaru dari UNAS Press Newsletter langsung ke inbox email

Terkini

Terobosan Baru, Fisip Unas Tutup 2021 Dengan Kaleidoskop Riset Dosen Dalam Kenormalan Baru 

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Nasional, menutup rangkaian kegiatan akhir tahun dengan menyelenggarakan Kaleidoskop Riset Dosen FISIP UNAS...

Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana Unas Kaji Fintech Peer To Peer Bersama Guru Besar FEB UI

Program Studi Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional (Unas) memperkenalkan fintech Peer to Peer (P2P) Lending kepada mahasiswa. Kegiatan...

Dihadiri Wakil Ketua DPRD DKI, Majelis Rayon KAHMI Unas Periode 2021-2026 Dilantik

Sebanyak 54 alumni dan akademisi Universitas Nasional secara resmi dilantik menjadi pengurus Majelis Rayon Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Unas....

Featured

Terobosan Baru, Fisip Unas Tutup 2021 Dengan Kaleidoskop Riset Dosen Dalam Kenormalan Baru 

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Nasional, menutup rangkaian...

You might also likeRELATED
Recommended to you