Civitas Akademika Sekolah Pascasarjana Unas Lakukan Lawatan Akademis ke Ukraina

Sekolah Pascasarjana Unas Lakukan Lawatan Akademis ke Ukraina

-

Selama lima hari, Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional menggelar kegiatan Lawatan Akademis ke tiga universitas di Ukraina. Selain itu, dilakukan juga kunjungan ke dua komunitas muslim di negara tersebut dan hadir sebagai pembicara pada seminar tentang demokrasi. Selain Ukraina, delegasi lawatan akademis Sekolah Pascasarjana Unas juga melakukan kunjungan ke Ankara University di Turki.

Delegasi lawatan akademis Sekolah Pascasarjana Unas ini terdiri dari: Assc. Prof. Drs. Firdaus Syam, MA, Ph.D., Assc. Prof. Dr. TB Masa Jafar MSi., Assc. Prof. Dr. Rusman Ghazali, MAP., Dr. Alfan Alfian, Msi., Dr. Erna Chotim, MSi., Dr. Robi Nurhadi MSi, dan Dr. Sukardi, MHum. Selain itu, dalam rangkaian kegiatan seminar yang diselenggarakan, hadir pula peserta dari Sekolah Pascasarjana Unas secara online, yaitu Assc.Prof Dr.Tatang Mitra Setia, MSi. dan Assc.Prof. DR. Made Adyana.

Delegasi lawatan akademis Sekolah Pascasarjana Unas ini dipimpin oleh Direktur Pascasarjana Unas, Prof. Dr. Maswadi Rauf, M.A. Pada lawatan akademis pertama, Delegasi Sekolah Pascasarjana Unas mengunjungi Polissya National University (PNU) di kota Zhytomir, pada 15 Maret 2021.

Dalam lawatan ini delegasi Unas didampingi oleh Dubes RI Kyiv, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi. Delegasi Unas diterima dengan hangat oleh Rektor Polissya National University, Prof. Dr. Oleg Skydan yang didampingi Wakil Rektor, Prof. Dr. Lyudmyla Romanchuk, Kepala Kerjasama Internasional Mr. Pavlo Poplavskiy, dan stafnya Oleksander. Pada kesempatan tersebut, kedua belah pihak membahas tentang realisasi kerjasama antar universitas yang telah ditandatangani bulan Oktober 2020 lalu.

Pada lawatannya hari kedua, Selasa, 16 Maret 2021, Delegasi Unas mengunjungi Kyiv National University of Taras Shevchenko. Pada lawan ini, delegasi diterima oleh Kepala Bagian Kerjasama Internasional, Mr. Andriy Kravchenko dan stafnya Mrs. Nadia Seryogina. Dalam pertemuan ini, Delegasi Unas juga membicarakan rencana realisasi kerjasama akademis dengan universitas ini.

Selanjutnya, lawatan ketiga dilaksanakan dengan mengunjungi Kyiv International University pada 17 Maret 2021. Delegasi Unas diterima oleh rektor KIU, Prof. Dr. Khachatur Khachaturyan dan wakilnya. Setelah melakukan dialog akademis, delegasi langsung menuju ke ruang kelas dan menyampaikan paparan ilmiah di hadapan para mahasiswa dan civitas academica. Fokus paparan adalah mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia dan kaitannya dengan pembangunan.

Pada tanggal 18 Maret 2021, Delegasi Unas juga melakukan kunjungan ke dua komunitas Muslim Ukraina, yaitu Clerical Board of Ukraine’s Muslims’ (DUMU) Ar Rahmah dan bertemu dengan mufti Shekh Ahmed Tamim. Selanjutnya, dilakukan kunjungan ke komunitas Religious Administration of Muslims of Ukraine UMMA dan melakukan dialog dan pertemuan dengan mufti Dr. Said Ismagilov.

Kunjungan ke kelompok komunitas Muslim ini dilaksanakan karena diantara Delegasi Unas, ada beberapa pengurus MUI Pusat. Pada kedua kunjungan ini, Delegasi Unas mendapat penjelasan mengenai perkembangan Islam di Ukraina dan potensi kerjasama pendidikan yang dapat dijalin dengan Universitas Islam yang akan berdiri di Ukraina. Pada kesempatan tersebut, Mufti Ar Rahmah juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Indonesia dan MUI dapat memberikan sertifikasi halal untuk produk-produk mereka.

Kunjungan delegasi Sekolah Pascasarjana Unas ini selain untuk mempererat kerjasama antar perguruan tinggi Indonesia – Ukraina, juga sebagai bagian dari peningkatan citra positif Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia.

Seminar Internasional

Rangkaian lawatan akademis yang dilaksanakan oleh Delegasi Sekolah Pascasarjana Unas ke Ukraina ini, juga diisi dengan kegiatan seminar internasional. Tema yang diangkat adalah “Experience of Democratization in Indonesia”. Kegiatan ini merupakan kerjasama Sekolah Pascasarjana Unas dengan KBRI Kyiv dan universitas mitranya.

Seminar diselenggarakan pada 19 Maret 2021 bertempat di Aula KBRI Kyiv. Acara dibuka oleh Dubes RI Kyiv, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi dan Direktur Sekolah Pascasarjana UNAS, Prof. Dr. Maswadi Rauf. Hadir sebagai narasumber Dr. Alfan Alfian dan Dr. TB Massa Djafar dari Sekolah Pascasarjana Unas.

Selain itu, hadir pula Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Fadli Zon, dan Direktur Pusat Bahasa dan Sastra Indonesia Kyiv National University of Taras Shevchenko, Dr. Prabowo Himawan. Calon Dubes Ukraina untuk Indonesia, Mr. Vasyl Hamyanin juga hadir dan menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pertukaran pengalaman dan best practices antara Indonesia dan Ukraina dalam praktek berdemokrasi.

Sejumlah warga negara Ukraina yang tertarik pada perkembangan demokrasi di Indonesia dan para peserta lainnya, mengikuti seminar melalui video conference. Dalam Paparannya, Dr. Alfan Alfian antara lain menyampaikan proses demokratisasi Indonesia dari masa kemerdekaan sampai dengan masa reformasi 1998 dan situasi Indonesia demokrasi di Indonesia kini dan prospek di masa depan.

Pembicara lain, Dr. TB Massa Djafar menyampaikan mengenai proses demokrasi di Indonesia yang dikaitkan dengan kearifan lokal, khususnya konsep musyawarah yang menekankan pada azas manfaat bagi kepentingan bersama.

Dr. Prabowo Himawan dalam paparannya menyampaikan proses perjalanan demokrasi Ukraina mulai dari adanya tradisi demokrasi yang dinamakan veche di zaman Kiev Rus hingga pasca Revolusi Kelayakan (Revolusi Maydan) dan membandingkannya dengan proses demokratisasi di Indonesia menurut standar penilaian Freedom House dan The Economist Intelligence Unit.

Pembicara tamu, Dr. Fadli Zon menyampaikan mengenai demokrasi di Indonesia dalam kaitannya dengan peran Indonesia di dunia internasional, terutama peran BKSAP DPR RI dalam membawa isu-isu demokrasi di kancah parlementer global. Secara khusus, Dr. Fadli Zon menggarisbawahi tiga modalitas utama Indonesia terkait demokrasi global, yaitu dalam konteks ASEAN, dimana Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di kawasan dan memimpin isu-isu terkait Demokrasi di Asia Tenggara; dalam konteks dunia Islam, Indonesia merupakan negara demokrasi dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan menjadi role model yang menunjukkan bahwa Islam dan demokrasi dapat berjalan seiring; modalitas ketiga terkait peran Indonesia sebagai negara G20, yang dapat menjadi jembatan antara negara-negara Utara dan Selatan.

Rangkaian paparan yang menarik dari para narasumber mendapat perhatian antusias dari hadirin, baik yang datang langsung di Aula KBRI maupun yang bergabung secara virtual. Mereka antara lain menanyakan tentang peran demokrasi di Indonesia dalam membentuk identitas kebangsaan dan peran generasi muda dalam proses demokratisasi.

Penyelenggaraan seminar ini merupakan bagian dari upaya KBRI Kyiv untuk lebih memperkenalkan Indonesia, khususnya nilai-nilai yang dianut masyarakat Indonesia kepada publik Ukraina. Ini merupakan bagian dari peningkatan citra positif Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dimana Islam dan demokrasi dapat berjalan berdampingan.(*)

 

Redaksi
Ideas, stories, thoughts

Komentari

Subscribe to our newsletter

Subscribe info terbaru dari UNAS Press Newsletter langsung ke inbox email

Terkini

Energi Ramadhan, BAU Unas Ikut Berbagi Nasi Kotak di Kelurahan Pasar Minggu

Universitas Nasional, dalam rangkaian kegiatan Ramadhan, ikut memberikan dukungan pada program yang digelar oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu “Energi...

BPM Unas Lakukan Coaching Clinic Untuk Sinkronisasi Pembelajaran Daring

  Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Nasional (Unas) melakukan coaching clinic implementasi dan sinkronisasi pembelajaran daring melalui Learning Management System...

Inilah Korea Corner di Unas, Tempat Belajar Paling Populer

Bahasa Korea menjadi program studi yang mulai jadi tren di Indonesia. Setidaknya, ada lima perguruan tinggi negeri yang membuka...

Featured

Inilah Korea Corner di Unas, Tempat Belajar Paling Populer

Bahasa Korea menjadi program studi yang mulai jadi tren...

You might also likeRELATED
Recommended to you