Sains Ketika Lulusan Kebidanan Unas Bersedekah Lewat Hiperemesis Gravidarum

Ketika Lulusan Kebidanan Unas Bersedekah Lewat Hiperemesis Gravidarum

-

Tadinya, ini adalah hasil penelitian untuk pembuatan skripsi. Tiba-tiba, muncul nawaitu untuk bersadaqah ilmu. Akhirnya dibuatlah skripsi ini menjadi buku. Buku tentang Hiperemesis Gravidarum.

Hiperemesis Gravidarum adalah keluhan mual dan muntah hebat pada masa kehamilan. Dalam sehari, bisa terjadi lebih dari 10 kali. Efeknya bisa menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan.

Karenanya, hiperemesis bisa menganggu aktivitas sehari-hari. Juga, bisa membahayakan janin dalam kandungan.

Faktor yang menyebabkan hiperemesis gravidarium sendiri cukup beragam. Antara lain anemia, hamil pertama kali, hamil anggur, usia ibu di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun, kecemasan, depresi, riwayat keturunan, faktor pola makan, dan lain-lain.

Gejalanya sendiri, terjadi saat ibu hamil mulai mengalami nafsu makan yang berkurang. Kemudian badan menjadi lemah, berat badan menurun, rasa nyeri, lidah kering, mata cekung, nadi meningkat sekitar 100 kali per menit, dan mual yang disertai muntah.

Untuk cara penanganannya, tergantung dari tingkat keparahannya. Misalnya, saat gejala mulai muncul, bisa dilakukan penggunaan aromaterapi minyak jeruk limau, juga jahe dan kamomil dalam dosis kecil. Cara ini cukup efektif dalam mengatasi mual-mual pada minggu awal kehamilan.

Namun, khusus penggunaan obat-obatan medis harus sesuai dengan resep dokter. Karenanya, untuk melakukan pencegahan, bisa dilakukan dengan memberikan penjelasan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses fisiologis. Karenanya, perlu diberikan keyakinan pada ibu hamil bahwa mual dan muntah merupakan gejala fisiologis.

Jika muncul gejala, bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan minuman yang hangat, serta menghindari makanan yang berminyak dan berlemak. Kemudian, menghibur ibu agar tidak stres juga penting dilakukan.

Rasida Ning Atiqoh

Inilah beberapa poin penting tentang hiperemesis gravidarium, yang menjadi penelitian Rasida Ning Atiqoh untuk skripsinya. Lulusan DIV Kebidanan Universitas Nasional (Unas) itu, kemudian menjadikan hasil penelitian berjudul ‘Kupas Tuntas Hiperemesis Gravidarum’ menjadi buku.

Ada yang menarik dari keinginannya menerbitkan buku ini. Yaitu, Rasida bermimpi untuk bisa bersodaqoh jariyah dengan membagikan ilmu yang telah di pelajari dalam bentuk tulisan.

Bagi Rasida, menulis buku adalah sebuah karya besar yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Karenanya, setelah menyelesaikan tugas akhirnya, ia meramu penelitian tersebut menjadi sebuah buku yang berjudul ‘Kupas Tuntas Hiperemesis Gravidarum’.

“Saat melakukan skripsi tersebut, saya lihat belum banyak referensi yang membahas tentang kejadian hiperemesis gravidarum, hingga pada suatu saat muncul niatan untuk mempublish buku ini sebagai referensi,” ujarnya saat dihubungi oleh Humas Unas melalui pesan whatsapp, Selasa (28/07/2020).

Dalam menyelesaikan buku ini, ia menyadari banyak tantangan yang dilewati. Salah satunya ialah pada saat pengumpulan data. Dia perlu mempelajari jurnal internasional sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Sebenernya bahan dasarnya adalah saat skripsi, namun kemudian baru saya olah saat mulai Work From Home (WFH) bulan April 2020 dan Mei 2020 saya sudah masukkan ke penerbit dan cetak bulan Juli 2020 ini,” jelas dara kelahiran Temanggung, 11 November 1994 itu.

Penerbitan buku tersebut juga buah karyanya saat pandemi Covid-19 karena dilakukan saat di rumah saja. Namun, Rasida mengaku penulisannya sempat tertunda karena ia memiliki pekerjaan yang cukup padat sebagai supervisor klinik.

“Ketika ada inspirasi mau menulis tetapi banyak kerjaan, sementara ada juga usaha yang sedang saya kerjakan. Namun, alternatif yang saya lakukan adalah dengan ‘menyempatkan’. Selama kita punya kemauan dalam mengusahakan, pasti bisa selesai,” ujarnya.

Rasida berharap, buku tersebut dapat menjadi referensi mahasiswa Ilmu Kesehatan untuk membuat karya tulis ilmiah dan juga bagi ibu hamil sehingga dapat menjalani kehamilan dengan nyaman. Ia juga mengatakan buku tersebut mendapat respon yang positif dari keluarga, sahabat, dosen, hingga saat ini banyak yang melakukan pemesanan.

Ketua Program Studi Kebidanan Unas, Dewi Kurniati, S.S.T., M.Keb. merasa bangga dengan adanya alumni Kebidanan yang menerbitkan hasil penelitian. “Suatu kebanggan bagi kami mengingat Rasida merupakan mahasiswa yang baru menerbitkan buku. Semoga jejaknya bisa diikuti oleh mahasiswa,” jelasnya saat dihubungi oleh Humas Unas via telepon, Rabu (29/07/2020).

Keberhasilan Rasida juga tidak lepas dari kerja keras dosen pembimbingnya, Shinta Novelia, S.S.T., M.N.S. yang juga aktif melakukan publikasi nasional dan internasional.

Dewi menambahkan, adanya publikasi ilmiah dapat membantu alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Ada beberapa universitas tertentu yang menerima mahasiswa harus punya publikasi dan ini bisa menjadi nilai tambah bagi lulusan kebidanan Unas,” ujarnya.

Di sisi lain, Dewi juga mengatakan bahwa Hiperemesis Gravidarum penting untuk disosialisasikan mengingat masih kurangnya kepahaman di masyarakat awam.

“Ini penting karena belum semua masyarakat tahu dan topik ini sangat menarik ya karena dengan adanya ibu hamil Hiperemesis yang tidak tertangani akan teresiko bagi janin dan akan mendapatkan generasi yang tidak optimal di pertumbuhannya. Jadi sangat layak untuk dipahami,” kata Dewi.

Buku tersebut sudah tersebar di pasaran dan dapat diperoleh melalui direct messege akun Instagram penulis @rasida_atiqoh atau WA di 085774337474 atau akun Shopee dengan pencarian ‘Buku Kupas Tuntas Hiperemesis Gravidarum.(*)

Redaksi
Ideas, stories, thoughts

Komentari

Subscribe to our newsletter

Subscribe info terbaru dari UNAS Press Newsletter langsung ke inbox email

Terkini

Di PLBA, Dekan Fakultas Pertanian Unas Ingatkan Kejayaan Ekonomi Indonesia dari Sektor Pertanian

Fakultas Pertanian Universitas Nasional (Faperta Unas) menyelenggarakan Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik bagi Mahasiswa Baru di tingkat Fakultas. Ini...

2.710 Mahasiswa Baru UNAS Ikuti Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik

Sebanyak 2.710 Mahasiswa Baru Jenjang Strata Satu (S1) dan Sarjana Terapan mengikuti pelaksanaan Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik (PLBA)...

Dekan FEB Unas Tiga Keuntungan Presidensi G20 di Indonesia: Consumption, Investment, Public Economics

Pakar ekonomi, yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional, Kumba Digdowiseiso menilai bahwa penetapan Indonesia sebagai...

Featured

2.710 Mahasiswa Baru UNAS Ikuti Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik

Sebanyak 2.710 Mahasiswa Baru Jenjang Strata Satu (S1) dan...

PPI Unas Menangkan Hibah John Templeton Foundation Untuk Program Integrasi Islam dan Lingkungan

Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (PPI Unas), menjadi salah...

You might also likeRELATED
Recommended to you