Civitas Akademika Dukung Kampus Merdeka, Mendikbud Minta Lulusan Unsia Juga Merdeka...

Dukung Kampus Merdeka, Mendikbud Minta Lulusan Unsia Juga Merdeka Dalam Berpikir

-

Peresmian Unsia
Peresmian Unsia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim menyatakan gembira dengan lahirnya Universitas Siber Asia (Unsia) sebagai perguruan tinggi yang sepenuhnya daring.

Universitas Siber Asia (Unsia), Selasa (22/09/2020) secara resmi diresmikan oleh Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC) KH Ma’ruf Amin. Unsia menjadi sejarah sebagai universitas siber swasta yang pertama di Indonesia.

Peresmian dilaksanakan secara online. Hadir pula pencetus pendirian Unsia adalah Dr. Drs. El Amy Bermawi Putera, MA yang juga Rektor Universitas Nasional (Unas).

Rektor Unsia adalah Prof Jang Youn Cho, Ph.D, CPA yang berasal dari Korea Selatan. Prof Youn Cho merupakan rektor asing pertama di Indonesia. Ia mempunyai pengalaman dalam memimpin perguruan tinggi online bereputasi global.

Dalam pidatonya, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyampaikan harapannya kepada Unsia agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten. “Saya berharap Unsia menjadi penyelenggara pendidikan jarak jauh yang berkualitas. Tidak hanya membangun hard skills, tapi juga soft skills mahasiswanya. Itulah tantangan dari pembelajaran yang sepenuhnya daring. Yaitu, bagaimana mencetak sarjana yang kompeten dan unggul secara holistik,’’ ungkap Mendikbud Nadiem dalam sambutannya secara daring.

Nadiem juga mengapresiasi komitmen Unsia untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan mendorong agar Unsia dapat mengirimkan mahasiswa dan dosen ke luar kampus sebanyak banyaknya.

“Hadirkan sebanyak mungkin praktisi ke dalam kampus. Ini sangat penting, agar lulusan Unsia betul-betul siap kerja. Tidak hanya menguasai teori, tapi juga bisa berkontribusi. Yang terpenting, agar lulusan Unsia merdeka dalam berpikir. Selalu belajar sepanjang hayat. Itulah inti dari Merdeka Belajar,” tutur Nadiem.

Mutu Internasional
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unsia Prof Jang Youn Cho mengakui merupakan suatu kehormatan baginya diberikan kepercayaan memimpin perguruan tinggi siber pertama di Indonesia.

Ia menghabiskan waktu sekitar 17 tahun di Amerika Serikat. Menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Texas dan Florida, dan menjadi Profesor di Universitas Nebraska-Lincoln.

Selama di Amerika, lanjut Youn Cho, ia belajar banyak tentang nilai rasionalitas, profesionalisme dan standar global. “Saya kembali ke Korea pada tahun 1997, saat krisis keuangan di Asia. Saya mengabdikan diri selama 20 tahun sebagai guru besar, dekan sekolah bisnis, dan Rektor Operasional di Universitas Cyber Hankuk.”

Cho merasakan nilai terpenting dari Korea, yaitu semangat dan kecepatan, yang membuat negara kecil itu menjadi salah satu negara terdepan di Asia. Tiga tahun lalu, ia memutuskan untuk datang ke Indonesia.

Ia diminta oleh Rektor Unas, El Amry Bermawi Putera dan Ketua Pengurus YMIK Ramlan Siregar untuk berkontribusi pada pendidikan tinggi dengan memberikan pendidikan berkualitas tinggi di Indonesia. Sebab, masih banyak pemuda pemudi yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi.

“Dengan menerapkan sistem dan standar mutu universitas di Korea dan Amerika, saya berharap Asian Cyber University dapat memberikan kesempatan bagi anak muda yang ingin belajar tanpa terhalang oleh jarak, waktu, dan kondisi ekonomi. Sekaligus dapat mengembangkan kerja sama negara-negara ASEAN lainnya dalam waktu dekat,” ungkap Prof Youn Cho.

Tantangan Zaman
Sementara itu, Ketua Pengurus YMIK Ramlan Siregar mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Mar’ruf Amin atas nama negara dan pemerintah Indonesia yang berkenan meresmikan Unsia sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia berbasis online.

Ramlam Siregar mengungkapkan, Unsia menerima izin dari Mendikbud dengan Nomor 757/M/2020 pada 24 Agustus 2020 lalu. Didirikan selain menjawab tantangan zaman di era revolusi industri 4.0, juga mengusung semangat untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia agar usia produktif yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dapat meningkat dan sejajar. Tidak hanya dengan negara tetangga saja, namun dengan negara-negara maju lainnya.

Pendidikan berbasis online selaras dengan kebijakan pemerintah dan pengejawantahan janji kampanye pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan SDM. Hadirnya Unsia akan dapat memberikan layanan pendidikan tinggi dalam skala yang sangat luas bagi seluruh bangsa Indonesia secara efisien dan efektif, berkualitas dan dengan biaya terjangkau

Ia mengharapkan, Unsia akan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya di Indonesia namun juga merambah di tingkat Asia, guna meningkatkan mutu dan daya saing di tingkat Internasional serta membuka peluang kerjasama dengan perusahaan multinasional, yang untuk pertama kali kami rintis dengan Korea Selatan.(*)

Redaksi
Ideas, stories, thoughts

Komentari

Subscribe to our newsletter

Subscribe info terbaru dari UNAS Press Newsletter langsung ke inbox email

Terkini

Pascasarjana Biologi Unas & Muamalat Institute Berkolaborasi Garap Ekopesantren

Program Studi Magister Biologi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional (Unas) melaksanakan kerjasama dengan Muamalat Institute dalam program pengelolaan lingkungan...

Nurses Day, Himakep Unas Berikan Penyuluhan Kesehatan Ke Kampung Binaan

Himpunan Mahasiswa Keperawatan (Himakep) Universitas Nasional, dalam  rangka memperingati Internasional Nurses Day, melakukan Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Risiko Hipertensi. Kegiatan ini...

Pusat Pemberdayaan Masyarakat Unas Hadirkan Para Ilmuwan Peneliti Bahas Ekosistem Berkelanjutan

Pusat Pemberdayaan Masyarakat Universitas Nasional (PPM-Unas) dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, bekerja...

Featured

Dihadiri Plt. Sekjen Kemendikbud-BRIN, Unas Resmikan Cyber Library

  Universitas Nasional secara resmi meluncurkan cyber library. Peresmian dilakukan...

You might also likeRELATED
Recommended to you